Orang Jawa sering menyebut burung ini dengan nama ketilang atau genthilang, karena mempunyai suara yang khas.
Suara yang nyaring cuk.. cuk.. (bukan Juancuk loh.. :-) ) cuk,, cuk,,tuit, tuit.. dengan irama seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. secara berulang-ulang saat bertengger.
Burung ini masih mudah dijumpai ditempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder dengan ketinggian sekitar 1.600 mdpl.
Makanan utama burung ini adalah buah-buahan yang lunak, serta beberapa jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tamanan oleh Petani.
Mengasyikan kan, saat lagi duduk santi di taman kota, mendengar kicauannya yang merdu, ditambah kebiasaan burung ini sering berjemu dan mandi embun setiap pagi, memudahkan kita
untuk melihat kebebasan mereka untuk terbang. Biarkanlah mereka hidup bebas dialam, daripada hidup di sangkar.


